REMBANG, MyInfo.ID — OJK terus mendorong penguatan budaya kerja berintegritas dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan meneladani nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini.
Nilai tersebut dinilai relevan dalam membangun sikap independen, keberanian berpikir kritis, serta konsistensi dalam menjunjung moral, etika, akuntabilitas, dan tanggung jawab.
Pesan itu disampaikan Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena, dalam kegiatan Inspiring Talkshow bertema “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” yang digelar di Museum R.A. Kartini, Senin (20/4/2026).
Dalam paparannya, Sophia menegaskan bahwa peran perempuan kini semakin strategis, terutama dalam memperkuat tata kelola di sektor publik maupun industri jasa keuangan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan masih cukup besar, mulai dari isu kesetaraan hingga tingginya angka kekerasan berbasis gender.
Ia mengungkapkan, lebih dari separuh aparatur sipil negara saat ini merupakan perempuan. Namun di sisi lain, sepanjang 2025 tercatat lebih dari seribu kasus kekerasan berbasis gender, dengan mayoritas korban adalah perempuan.
Menurut Sophia, perempuan memiliki kontribusi mendasar dalam membentuk generasi berintegritas. Peran tersebut terlihat sejak lingkup keluarga, sebagai pendidik pertama, teladan dalam kehidupan sosial, hingga pengelola ekonomi rumah tangga. Karena itu, nilai integritas harus ditanamkan sejak dini.
Lebih jauh, ia menilai keterlibatan perempuan juga penting dalam mendukung agenda prioritas pemerintah, khususnya penguatan sumber daya manusia, kesetaraan gender, serta reformasi tata kelola dan pemberantasan korupsi.
Melalui peringatan Hari Kartini di Rembang, OJK tidak hanya mengangkat isu kepemimpinan perempuan, tetapi juga mendorong peran nyata perempuan dalam memperkuat tata kelola pembangunan nasional.
Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, yang hadir secara daring menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara.













