Untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional, Kementerian Perdagangan mengandalkan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok yang terhubung dengan ratusan petugas di seluruh Indonesia.
Saat ini terdapat 550 kontributor yang tersebar di 514 kabupaten dan kota yang bertugas memantau perkembangan harga serta ketersediaan barang setiap hari.
Data yang diperoleh dari lapangan langsung dikirim ke sistem pusat sehingga pemerintah dapat mengambil langkah cepat ketika terjadi gejolak harga atau gangguan pasokan.
“Petugas di lapangan melakukan pengecekan harga dan pasokan setiap hari, yang kemudian datanya langsung diperbarui ke sistem pusat secara real time,” jelasnya.
Menurut Budi, kehadiran pemerintah secara langsung di pasar juga memiliki dampak positif. Selain memastikan kondisi riil di lapangan, langkah tersebut menjadi bentuk pengawasan agar pelaku usaha tetap mematuhi ketentuan harga yang berlaku.
Meski mayoritas komoditas menunjukkan tren stabil, pemerintah masih mencermati pergerakan harga daging sapi yang mengalami kenaikan tipis di sejumlah daerah.
Kementerian Perdagangan bersama instansi terkait akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kenaikan tersebut, baik dari sisi distribusi maupun pasokan.
Pemetaan itu dinilai penting agar kebijakan yang diterapkan mampu menjaga keseimbangan harga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Langkah tersebut dilakukan agar kebijakan yang diterapkan dapat tepat sasaran dan mampu menjaga stabilitas harga pangan nasional,” jelas Budi.















