Sebanyak 303 murid di sekolah tersebut mengikuti TKA dalam satu gelombang yang dibagi menjadi tiga sesi.
“Persiapan TKA sudah kami lakukan sejak tiga bulan sebelum pelaksanaan. Dukungan orang tua sangat penting untuk memberikan motivasi kepada anak-anak agar siap mengikuti TKA,” ujar Rokhmat.
Salah satu peserta TKA, Abiyyu Desain Nagari, mengungkapkan bahwa soal Bahasa Indonesia pada hari pertama membutuhkan pemahaman teks dan ketelitian dalam menentukan jawaban.
“Alhamdulillah saya bisa menyesuaikan dengan baik. Soal-soal TKA pastinya membutuhkan pemikiran yang mendalam ya, karena selain kita perlu memahami teksnya, kita juga perlu teliti dalam mengerjakan soalnya supaya hasil yang kita dapat juga bisa sesuai dengan yang nanti diinginkan,” ujar Abiyyu.
Ia menyarankan peserta mempelajari kembali materi dan memperbanyak latihan soal. Menurutnya, pengaturan waktu juga penting karena peserta harus menyelesaikan soal dalam waktu terbatas.
“Kalau dari saya, selain kita mempelajari materi, perbanyak latihan soal yang telah dipelajari. Apalagi di TKA ini, dengan waktu yang terbatas, kita harus punya manajemen waktu yang baik,” tambah Abiyyu.
Abiyyu berharap hasil TKA dapat mendukung rencananya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Ia berencana memanfaatkan hasil tes tersebut sebagai bahan pendukung untuk memvalidasi nilai rapor apabila memenuhi kriteria mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).















