BANYUMAS, MyInfo.ID – Sembilan UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto memanfaatkan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 untuk memperkenalkan produk unggulan Banyumas Raya. Produk kuliner halal dan batik daerah dipamerkan dalam ajang tersebut guna memperluas pasar dan membuka peluang kerja sama bisnis.
Partisipasi ini juga membuahkan prestasi. Thulada Lumbung Rempah dari Kabupaten Banjarnegara berhasil meraih Juara 2 Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) 2026 kategori Produk UMKM Ikatan Komunitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (IKRA).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Aswin Gantina, mengatakan keikutsertaan UMKM dalam ISEF menjadi kesempatan untuk mengenalkan produk daerah sekaligus membangun jejaring usaha.
“Partisipasi UMKM dan Pelaku Usaha Syariah Banyumas Raya dalam ISEF 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang kemitraan usaha, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing produk unggulan daerah,” kata Aswin dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).
Prestasi Thulada Lumbung Rempah menjadi salah satu capaian UMKM Banyumas Raya dalam rangkaian ISEF 2026. Kompetisi IN2HCC melibatkan 10 juri yang merupakan president chef dari 10 negara.
Selain menjadi ajang menunjukkan kualitas produk, kompetisi tersebut membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk bertemu calon pembeli atau buyer potensial.
“Prestasi yang diraih Thulada Lumbung Rempah menjadi motivasi bagi UMKM lainnya untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi produk. Pendampingan yang berkelanjutan diperlukan agar produk lokal tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar internasional,” ujarnya.
Menurut Aswin, pengembangan UMKM syariah membutuhkan pendampingan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, kualitas produk, pemenuhan standar halal, hingga perluasan pemasaran.
KPwBI Purwokerto juga terus mendorong peningkatan kemampuan pelaku usaha dan standardisasi produk halal, serta memfasilitasi promosi melalui berbagai kegiatan.
ISEF 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk UMKM. Potensi pariwisata Banyumas Raya turut diperkenalkan melalui Desa Wisata Lembah Asri Serang atau D’LAS di Kabupaten Purbalingga, yang dipromosikan sebagai destinasi wisata ramah muslim.
Aswin menilai pengembangan ekonomi syariah perlu mencakup berbagai sektor, termasuk makanan halal, fesyen, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.














