Berbeda dari sejumlah anggota keluarganya yang menempuh jalur politik, Guruh dikenal luas melalui kiprahnya di bidang seni dan kebudayaan.
Ia mendirikan sejumlah kelompok serta wadah kesenian, termasuk Swara Mahardika dan GSP Production.
Kiprahnya sebagai musisi juga tercatat melalui sejumlah karya, salah satunya album Guruh Gipsy yang kemudian dikenal dalam perjalanan musik Indonesia.
Perjalanan Guruh tidak hanya berlangsung di dunia seni. Ia juga terlibat dalam politik melalui PDI Perjuangan dan pernah menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI.
Perpaduan antara seni, kebudayaan, dan politik membuat Guruh memiliki perjalanan publik yang cukup panjang. Ia dikenal sebagai sosok yang tetap membawa perhatian terhadap seni dan budaya di tengah aktivitasnya di ranah politik nasional.
Setelah meninggal dunia, jenazah Guruh Soekarnoputra disemayamkan di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kepergian Guruh Soekarnoputra menutup perjalanan seorang seniman dan budayawan yang juga aktif dalam politik. Namanya menjadi bagian dari sejarah keluarga Soekarno sekaligus perjalanan seni dan kebudayaan Indonesia.















