Menurutnya, keterlibatan santri sebaiknya dimulai sejak proses pemetaan persoalan hingga pembahasan alternatif penyelesaian. Dengan begitu, pengalaman mereka dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan keputusan maupun kebijakan.
“Dengan demikian, pengalaman mereka dapat ikut memperkaya keputusan atau kebijakan yang diambil,” terangnya.
Puan turut meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat kemitraan dengan pesantren yang telah melahirkan santri dan santriwati unggul. Pesantren, menurutnya, dapat menjadi mitra strategis dalam mengenali kebutuhan pembangunan nasional.
“Pemerintah pusat dan Pemerintah daerah perlu menjadikan pesantren sebagai salah satu mitra dalam mengenali kebutuhan pembangunan nasional,” imbau cucu Bung Karno itu.
Perhatian tersebut, lanjut Puan, juga harus menjangkau pesantren yang berada jauh dari pusat pemerintahan maupun kegiatan nasional. Pemerintah daerah dapat membantu mengenali karya dan kegiatan pengabdian santri, kemudian menghubungkannya dengan dukungan yang sesuai.
“Pemerintah daerah dapat membantu mengenali karya serta pengabdian yang telah berjalan, lalu menghubungkannya dengan dukungan yang sesuai,” jelas Puan.
“Cara ini akan memberi kesempatan lebih merata kepada santri yang belum memiliki jaringan luas,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini.
Puan menegaskan, perhatian terhadap santri tidak boleh berhenti setelah peringatan Hari Santri Nasional selesai. Dukungan yang konsisten diperlukan agar kontribusi santri benar-benar berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
“Kepercayaan akan tumbuh ketika santri mengetahui bahwa kontribusinya dihargai dan memiliki pengaruh terhadap kehidupan masyarakat, bukan diingat hanya saat setiap momen Hari Santri saja,” papar Puan.
Ia memastikan DPR akan mengawal dukungan negara bagi santri dan pesantren sesuai tugas dan fungsi lembaga tersebut, termasuk mendorong keterhubungan kebijakan agar santri memiliki kesempatan lebih besar untuk berkontribusi.
“Santri dan santriwati perlu mendapat melihat masa depan dengan keyakinan bahwa ilmu dan pengabdiannya memiliki tempat dalam pembangunan bangsa,” ucapnya.
Puan menutup pesannya dengan menekankan bahwa kepercayaan dan kesempatan bagi santri merupakan bagian penting dalam memperkuat kemampuan Indonesia menjawab kebutuhan masyarakat.
“Dengan memberi kepercayaan serta ruang untuk berkontribusi bagi santri dan santriwati, kita memperkuat kemampuan Indonesia menjawab kebutuhan masyarakat,” tutup Puan.















