PURBALINGGA, MyInfo.ID – Polemik yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial terkait kecelakaan mobil pikap pengangkut telur di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, akhirnya berakhir damai. Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mempertemukan seluruh pihak yang terlibat dalam musyawarah di ruang kerjanya, Jumat (3/7/2026), untuk meluruskan informasi sekaligus mengakhiri kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat.
Pertemuan tersebut dihadiri pemilik sekaligus sopir mobil pengangkut telur, Arif, kru kendaraan Romadhon, perangkat Desa Kutawis, kepala dusun, warga yang membantu proses evakuasi, Camat Bukateja, Kapolsek Bukateja, hingga jajaran Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Dalam kesempatan itu, Arif menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Desa Kutawis sekaligus mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan saat kecelakaan terjadi.
“Kami korban kecelakaan tunggal di Desa Kutawis mengucapkan terima kasih kepada warga sekalian, khususnya Pak Kadus dan warganya yang telah membantu kami mengevakuasi sampai selesai, membantu menarik mobil kami sampai ke atas,” ujar Arif.
Ia mengakui, di tengah situasi musibah terdapat ucapan maupun tindakan yang tidak disengaja sehingga menyinggung perasaan masyarakat.
“Saya minta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada tindakan kami, kata-kata yang kurang pas, termasuk dari Mas Romadhon yang melukai perasaan bapak-bapak sekalian. Terima kasih sekali karena kami sudah ditolong,” katanya.
Arif juga berharap masyarakat tidak hanya melihat potongan video yang beredar di media sosial karena kondisi sebenarnya di lapangan jauh lebih kompleks.
“Saya juga minta maaf. Mungkin ada netizen yang memposting dari satu sudut pandang yang kurang tepat. Kami berharap masyarakat mengetahui bahwa itu bukan sepenuhnya kesalahan mutlak warga,” tambahnya.
Romadhon, yang sebelumnya mengunggah video peristiwa tersebut di media sosial, turut menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada masyarakat Desa Kutawis.
“Untuk warga Kutawis, terutama atas postingan saya yang kata-katanya kurang pas, dari saya pribadi mohon maaf,” ujarnya.
Ia mengakui unggahan tersebut dibuat dalam kondisi emosional sehingga tidak menggambarkan keseluruhan situasi saat kejadian.
“Dalam postingan saya menyatakan ‘tidak ada yang peduli’, namun pada kenyataannya kami memang dibantu warga saat proses evakuasi,” ungkap Romadhon.
Keterangan tersebut diperkuat oleh sejumlah warga yang hadir dalam pertemuan.
Mereka menjelaskan, sejak kecelakaan terjadi, warga bergotong royong membantu mengeluarkan sopir dan kru dari kendaraan, membersihkan jalan dari tumpahan telur agar tidak membahayakan pengguna jalan lain, mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat, hingga membantu proses penarikan kendaraan ke lokasi yang lebih aman.
Dalam mediasi tersebut, Bupati Fahmi Muhammad Hanif menegaskan bahwa mengambil barang milik orang lain saat terjadi musibah merupakan tindakan yang tidak dibenarkan.















