News  

Fakta Viral Telur Tumpah Kutawis Purbalingga, Sopir Sebut Banyak Warga Membantu Evakuasi

Viral kecelakaan mobil pikap pengangkut telur di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Purbalingga akhirnya berakhir damai. Foto: Pemkab Purbalingga
banner 120x600

Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak menggeneralisasi seluruh warga Desa Kutawis maupun Kabupaten Purbalingga hanya berdasarkan potongan video yang viral.

“Tindakan mengambil telur itu memang tidak dibenarkan dan salah, saya turut prihatin kepada Pak Arif atas kerugian yang dialami. Namun di saat yang sama kita juga tidak boleh menutup mata bahwa banyak warga yang dengan ikhlas membantu proses penyelamatan dan evakuasi tanpa mengharapkan imbalan,” kata Fahmi.

Ia juga mengapresiasi langkah Kepala Dusun Kutawis yang segera mengimbau warga mengembalikan telur yang sempat diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral masyarakat.

Menurutnya, musibah sering kali membuat seseorang bertindak dalam kondisi emosional sehingga penyelesaiannya harus mengedepankan dialog dan saling memahami.

“Saya tidak ingin menghakimi siapa yang salah dan siapa yang benar. Yang terpenting hari ini semua pihak sudah bertemu, saling menjelaskan, saling meminta maaf, dan saling memaafkan. Mari kita akhiri persoalan ini dengan baik,” ujarnya.

Fahmi juga mengingatkan bahwa meskipun opini di media sosial sulit diubah dalam waktu singkat, persoalan yang terjadi di lapangan telah selesai melalui musyawarah.

“Yang paling baik adalah tidak memperpanjang polemik ini lagi. Jangan sampai terus diputar di media sosial karena justru akan membuka kembali luka semua pihak,” katanya.

Sebagai bentuk kepedulian, Bupati Fahmi menyerahkan santunan kepada Arif untuk membantu meringankan kerugian akibat kecelakaan tersebut.

Selain itu, bingkisan juga diberikan kepada Kepala Dusun Kutawis beserta warga yang telah bergotong royong membantu proses evakuasi di lokasi kejadian.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Purbalingga, Suroto, menilai langkah mempertemukan seluruh pihak menjadi bentuk tanggung jawab moral pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

Sementara itu, Kapolsek Bukateja AKP Dono Hendarto mengajak masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Marilah kita bermedia sosial dengan bijak. Satu unggahan bisa berdampak luas dan melukai banyak orang. Karena itu gunakan media sosial secara bertanggung jawab,” pesannya.

Pertemuan ditutup dengan saling berjabat tangan, saling memaafkan, dan komitmen seluruh pihak untuk tidak lagi memperpanjang polemik.

Bupati Fahmi berharap masyarakat dapat melihat peristiwa tersebut secara utuh, bahwa di balik musibah yang terjadi, masih banyak warga yang menunjukkan nilai gotong royong, kepedulian, dan rasa kemanusiaan.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow