“Melalui kegiatan ini kami berharap semakin banyak pasien memperoleh kesempatan untuk kembali melihat dengan lebih baik, dapat beraktivitas secara mandiri, dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik,” kata Kukuh.
Menurutnya, kemampuan melihat kembali tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan pasien, tetapi juga mengembalikan kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari, seperti membaca, bekerja, beribadah, mengenali wajah anggota keluarga, bepergian dengan lebih aman, hingga kembali aktif dalam kehidupan sosial.
JEC Eye Hospitals and Clinics sendiri telah memberikan layanan kesehatan mata di Indonesia sejak 1984. Selama lebih dari empat dekade, institusi tersebut telah menangani lebih dari 200 ribu operasi katarak dengan layanan yang terintegrasi, mulai dari pemeriksaan, tindakan operasi, hingga rehabilitasi pasien.
Pilihan layanan operasi yang tersedia meliputi metode phacoemulsification hingga Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS), yang memungkinkan tindakan dilakukan secara lebih presisi sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
Melalui kolaborasi dalam Bulan Bakti PERDAMI 2026, JEC berharap semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan mata yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan penanganan katarak sebelum menyebabkan kebutaan.
“Bagi kami, setiap pasien yang kembali melihat adalah harapan baru. Karena itu kegiatan ini bukan sekadar pelayanan medis, tetapi juga bentuk dukungan nyata agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri,” ujar Kukuh.















