News  

Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang, DPR Minta Dipidanakan

Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang, DPR Minta Dipidanakan. Foto: Ilustrasi AI
banner 120x600

“Artinya, debt collector tersebut telah bermain-main dengan keselamatan dan nyawa masyarakat dengan menipu ambulans dan damkar untuk menagih utang. Kasus ini tidak boleh dibiarkan dan terus berulang,” ujar pria yang akrab disapa Abduh itu.

Ambulans memiliki fungsi vital dalam penanganan pasien gawat darurat, sementara damkar berperan penting dalam merespons kebakaran dan penyelamatan jiwa. Jika layanan ini disalahgunakan, dampaknya bisa fatal.

Abdullah meminta kepolisian tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga menelusuri pihak yang mempekerjakan mereka.

Menurutnya, pengusutan menyeluruh penting agar ada efek jera, termasuk membuka peluang bagi pihak ambulans dan damkar untuk menuntut ganti rugi kepada perusahaan yang terlibat.

Abduh juga menilai persoalan debt collector bukan hal baru. Praktik intimidasi, kekerasan, hingga penarikan kendaraan secara paksa di jalan masih terus terjadi.

Ia menilai pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan terhadap sistem penagihan utang oleh pihak ketiga belum berjalan efektif.

“OJK seakan membiarkan kondisi ini, tidak menghentikan praktik debt collector, tetapi juga belum mampu mencegah pelanggaran penagihan yang melanggar hukum,” pungkas Abduh.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow