Stella mengatakan, pemerintah ingin mengumpulkan sebanyak mungkin peluang dari berbagai pihak agar dapat dimasukkan ke dalam portal tersebut.
“Tadi kita barusan meeting dengan Staf Khusus Pak Wakil Presiden, AJBI, dan juga dari beberapa pemberi beasiswa besar. Kita akan bertemu baik dengan swasta maupun pemerintah untuk bersatu padu menaruh kesempatan di portal SatuBeasiswa,” terang Stella.
Keterlibatan pemerintah dan lembaga swasta diharapkan membuat informasi yang tersedia di SatuBeasiswa semakin beragam. Masyarakat nantinya dapat menemukan berbagai pilihan kesempatan melalui satu kanal.
SatuBeasiswa saat ini masih dalam tahap pengembangan. Karena itu, Stella membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan mengenai fitur yang dianggap penting.
Ia meminta masyarakat menyampaikan kebutuhan mereka melalui kolom komentar unggahan mengenai rencana portal tersebut.
“Apa yang diinginkan di portal ini? Mungkin bisa tulis di komentar,” pintanya.
Ajakan tersebut mendapat respons cukup besar. Hingga Sabtu (29/8/2026), unggahan Stella tercatat telah memperoleh 872 komentar dari warganet.
Masukan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kemudahan mencari program beasiswa. Sebagian warganet juga menyoroti perlunya perlindungan bagi pencari beasiswa dari informasi atau program yang berpotensi merugikan.
Salah satu usulan yang muncul adalah agar SatuBeasiswa memiliki sasaran yang lebih luas, termasuk memberi perhatian kepada masyarakat dari kelompok ekonomi menengah.
Selain itu, ada pula warganet yang mengusulkan keberadaan daftar hitam atau blacklist bagi program beasiswa yang terindikasi sebagai penipuan.















