News  

Bupati Banyumas: Petungan Jawa Bukan Sekadar Hitungan, tetapi Warisan Filosofi Leluhur

Bupati Banyumas: Petungan Jawa Bukan Sekadar Hitungan, tetapi Warisan Filosofi Leluhur. Foto: Pemkab Banyumas
banner 120x600

Perhitungan tersebut dilakukan dengan menggabungkan nilai hari dalam kalender Masehi dan lima hari pasaran Jawa, yakni Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kombinasi angka yang dikenal sebagai neptu kemudian menjadi dasar pertimbangan dalam berbagai tradisi masyarakat Jawa.

Ketua Paguyuban Kawruh Rasa Sejati, Feby Lestari, mengatakan workshop ini diselenggarakan sebagai upaya melestarikan pengetahuan tradisional sekaligus mengenalkannya kembali kepada generasi muda.

Menurutnya, dalam budaya Jawa setiap orang memiliki weton yang dipercaya berkaitan dengan peruntungan maupun penentuan waktu yang dianggap baik dalam berbagai aspek kehidupan.

“Ketika seseorang lahir, dalam tradisi Jawa diyakini membawa peruntungan maupun hari-hari tertentu yang menjadi bagian dari petungannya. Pengetahuan ini merupakan salah satu kearifan lokal yang perlu dipahami agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujarnya.

Feby menilai pemahaman masyarakat terhadap weton semakin berkurang, terutama di kalangan generasi muda yang kini lebih akrab dengan konsep astrologi modern.

Padahal, menurutnya, masyarakat Jawa telah memiliki sistem pengetahuan sendiri yang berkembang jauh sebelum budaya populer saat ini dikenal luas.

“Kalau sekarang orang lebih mengenal horoskop, sebenarnya masyarakat Jawa juga memiliki sistem pengetahuan sendiri yang berkaitan dengan hari kelahiran. Ini penting untuk terus dilestarikan agar generasi muda mengenal identitas budayanya,” katanya.

Workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang budaya dan tradisi Jawa, di antaranya Ki Samino dari Paguyuban Wayah Kaki, Agung Prabowo dari kalangan akademisi Universitas Jenderal Soedirman, serta Ki Prayit dari Paguyuban Kawruh Rasa Sejati.

Melalui forum tersebut, para peserta diajak memahami filosofi petungan Jawa, berdiskusi mengenai makna weton dalam kehidupan masyarakat, sekaligus mendokumentasikan pengetahuan budaya agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow