News  

Pemkab Dorong PKBM untuk Tekan Angka Anak Putus Sekolah di Banyumas

Sekretaris Daerah Banyumas, Agus Nur Hadie, menjelaskan PKBM hadir untuk memberikan kesempatan belajar bagi anak maupun warga yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal. Foto: MyInfo.ID
banner 120x600

PURWOKERTO, My.Info.ID – Pemerintah Kabupaten Banyumas menargetkan penurunan angka anak tidak bersekolah yang saat ini mencapai sekitar 13.700 jiwa yang tersebar di 20 kecamatan.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperkuat peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai alternatif pendidikan non-formal.

Sekretaris Daerah Banyumas, Agus Nur Hadie, menjelaskan PKBM hadir untuk memberikan kesempatan belajar bagi anak maupun warga yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal.

“PKBM ini pusat kegiatan belajar-mengajar non-formal. Jadi mereka tidak harus sekolah di pagi hari, bisa sore hari, namun ijazahnya tetap diakui asalkan menempuh pendidikannya sesuai ketentuan,” ujarnya usai pelantikan Gugus Depan PKBM di Lapangan Dinas Pendidikan (Dindik) Banyumas pada Kamis (14/8/2025).

Menurut Agus, program ini akan dikerjasamakan dengan gerakan pramuka di tingkat kecamatan agar penjangkauannya lebih luas. Harapannya, semakin banyak anak yang kembali mengenyam pendidikan sehingga salah satu indikator kemiskinan di Banyumas juga dapat ditekan.

“PKBM tidak membatasi usia peserta. Siapa pun yang putus sekolah bisa belajar di sini. Semakin banyak yang ikut, semakin cepat angka anak tidak sekolah berkurang,” tambahnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow