Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Joko Wiyono, menegaskan bahwa PKBM merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mewujudkan education for all.
Lembaga ini menjadi pilihan bagi masyarakat yang terkendala pekerjaan, kesibukan, maupun kondisi geografis.
“Mulai dari Paket A, B, hingga C, semuanya setara dengan ijazah sekolah formal. Masyarakat jadi punya pilihan belajar yang lebih fleksibel,” jelas Joko.
Di Banyumas, saat ini terdapat 48 PKBM yang tersebar di 27 kecamatan, menyediakan program Paket A, B, dan C.
Terkait dengan pelibatan gerakan pramuka di PKBM, Ia berharap akan mampu membangun karakter kebangsaan dan semangat berprestasi para peserta didik.
“Kami ingin lulusan PKBM tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga karakter kuat dan kemampuan untuk membantu dirinya sendiri serta memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.















