Menkop Sebut Koperasi Merah Putih Wujud Nyata Pemikiran Soemitro Djojohadikusumo

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono. Foto: Kemenkop
banner 120x600

JAKARTA, MyInfo.ID – Koperasi Merah Putih dinilai menjadi implementasi nyata gagasan ekonomi kerakyatan yang selama puluhan tahun diperjuangkan Prof. Soemitro Djojohadikusumo. Pemerintah melalui Presiden Prabowo Subianto disebut menghidupkan kembali konsep ekonomi berbasis gotong royong tersebut melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Pandangan itu disampaikan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat menghadiri peluncuran buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan sekaligus Simposium Nasional bertema Urgensi Undang-Undang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial Dalam Menata Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045 di Gedung RRI Pusat, Jakarta, Selasa (4/8).

Acara tersebut turut dihadiri Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Guruh Muamar Khadafi, Direktur Utama LPP RRI Ignatius Hendrasmo, penulis buku Agus Rizal dan Dedi Setiadi, serta perwakilan keluarga besar Djojohadikusumo, Mitra Vinda Silitonga.

Ferry menjelaskan, Prof. Soemitro Djojohadikusumo merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah perkembangan koperasi Indonesia. Selain dikenal sebagai ekonom, Soemitro juga berperan dalam pendirian Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (IKPRI) serta memperkenalkan pendekatan kebijakan ekonomi berbasis data atau evidence-based policy.

Menurut Ferry, pemikiran tersebut kini diterjemahkan pemerintah melalui Program Koperasi Merah Putih, yang menjadi salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi rakyat sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

“Presiden Prabowo melakukan transformasi dari yang semula dari pikiran menjadi sebuah program yang sifatnya teknokratis dan harus diimplementasi secara detail dan teknis (melalui KDKMP),” ujar Menkop dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Ferry menegaskan, pemerintah tidak ingin Koperasi Merah Putih hanya berfungsi sebagai penyalur barang bersubsidi. Koperasi juga diarahkan menjadi pusat pengembangan potensi ekonomi desa.

Berbagai sektor yang akan dikembangkan melalui koperasi antara lain pariwisata, kerajinan, hingga industri kreatif yang berbasis potensi lokal. Dengan pendekatan tersebut, koperasi diharapkan mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow