News  

Bupati Banyumas: Petungan Jawa Bukan Sekadar Hitungan, tetapi Warisan Filosofi Leluhur

Bupati Banyumas: Petungan Jawa Bukan Sekadar Hitungan, tetapi Warisan Filosofi Leluhur. Foto: Pemkab Banyumas
banner 120x600

PURWOKERTO, MyInfo.ID – Tradisi Petungan Jawa dinilai tidak hanya berisi perhitungan hari baik atau weton, tetapi juga menyimpan nilai filosofi yang menggambarkan cara pandang masyarakat Jawa dalam memaknai kehidupan. Pesan itu disampaikan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, saat membuka Workshop Tradisi Petungan Jawa: Dari Kelahiran Sampai Kematian di Pendopo Si Panji Purwokerto, Kamis (9/7/2026).

Menurut Sadewo, petungan Jawa merupakan salah satu warisan budaya yang masih relevan untuk dipelajari karena memuat pengetahuan yang diwariskan turun-temurun oleh para leluhur.

“Saya berharap forum seperti ini bisa menjadi tempat untuk saling belajar. Bukan hanya bagi peserta yang hadir hari ini, tetapi juga bagi generasi muda, agar mereka mengenal dan memahami berbagai pengetahuan yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Sadewo menegaskan petungan Jawa tidak semestinya dipandang sebatas tradisi menghitung hari baik atau buruk.

Menurutnya, sistem penanggalan tradisional tersebut mengandung nilai, filosofi, serta cara masyarakat Jawa memahami perjalanan hidup manusia sejak lahir hingga meninggal dunia.

Ia juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Banyumas berkomitmen menjaga keberagaman budaya dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk para penghayat kepercayaan.

“Setiap elemen masyarakat memiliki peran dan kontribusi, termasuk saudara-saudara penghayat kepercayaan,” ucapnya.

Petungan Jawa merupakan sistem perhitungan berdasarkan kalender tradisional Jawa yang hingga kini masih digunakan sebagian masyarakat sebagai pedoman menentukan hari baik, membaca karakter seseorang, hingga menilai kecocokan pasangan sebelum menikah.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow