News  

Ribuan Anak di Garut Masih Putus Sekolah, Ini Kata Wamendikdasmen

Wamendikdasmen Atip Latipulhaya. Foto: Kemendikdasmen
banner 120x600

GARUT, MyInfo.ID – Persoalan anak tidak sekolah (ATS) masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Garut, Jawa Barat. Di tengah upaya pemerataan akses pendidikan, tercatat hampir 16 ribu anak di wilayah tersebut belum melanjutkan pendidikan formal.

Isu tersebut menjadi sorotan saat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengunjungi Kelompok Bermain Al Ikhlas 158 di Desa Pasirkiamis, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Sabtu (20/6).

Kedatangan Wamendikdasmen disambut meriah oleh anak-anak dengan atraksi drum band dan sorak gembira. Namun, di balik suasana hangat itu, tersimpan pesan penting mengenai tanggung jawab bersama untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dari bangku sekolah.

Atip menegaskan bahwa pemerataan pendidikan merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan tanpa terkecuali, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di daerah pelosok.

Menurutnya, seluruh anak Indonesia berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan.

“Semua masyarakat Indonesia harus mendapat kesempatan atau akses yang sama, mulai dari kota sampai di Pasirkiamis ini, tidak boleh ada yang tersisa, tidak mengikuti pendidikan,” tegas Wamendikdasmen Atip Latipulhayat dalam keterangnnya, Senin (22/6/2026).

Ia menilai, salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah adanya anggapan bahwa bekerja lebih penting dibandingkan melanjutkan sekolah.

Padahal, pendidikan justru menjadi modal utama untuk meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang ekonomi yang lebih baik di masa depan.

Atip mencontohkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membantu meningkatkan produktivitas di berbagai sektor pekerjaan, termasuk sektor perikanan.

Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk terus mendukung anak-anak mereka agar tetap melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

Pemerintah Kabupaten Garut juga tengah memperkuat berbagai strategi untuk mengurangi angka anak putus sekolah.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengungkapkan bahwa persoalan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan perhatian bersama.

Saat ini, hampir 16 ribu anak di Garut tercatat tidak lagi melanjutkan pendidikan.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow