MyInfo.ID – Dunia kesehatan internasional tengah waspada setelah muncul wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di kawasan Antartika.
Virus yang tergolong langka ini diduga menyebabkan sejumlah kematian dan menjadi perhatian WHO. Yang lebih mengkhawatirkan, menurut beberapa ahli, terjadi penularan terbatas Hantavirus antarmanusia.
Berikut informasi lengkap tentang virus ini, mulai dari keparahan, gejala, hingga langkah pencegahan.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Virus ini dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, terutama menyerang paru-paru dan ginjal dengan tingkat fatalitas tinggi.
Menurut WHO, penularan paling sering terjadi melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi. Saat partikel tersebut mengering lalu terhirup manusia, infeksi pun terjadi.
Seseorang juga berisiko tertular ketika membersihkan gudang, rumah kosong, loteng, atau area yang dipenuhi tikus tanpa masker dan sarung tangan.
Hantavirus terbagi menjadi dua kelompok penyakit utama:
- Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS) – banyak ditemukan di Amerika, dikenal paling mematikan.
- Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) – lebih sering ditemukan di Asia dan Eropa, menyerang ginjal.
Gejala Hantavirus yang Harus Diwaspadai
Gejala awal infeksi Hantavirus mirip flu biasa: demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan kelelahan. Namun, dalam beberapa hari, kondisi pasien bisa memburuk dengan cepat menjadi sesak napas berat akibat paru-paru dipenuhi cairan.















