WHO mencatat tingkat kematian HPS dapat mencapai 38 hingga 50 persen. Sementara HFRS (penyakit ginjal) dapat memicu perdarahan, tekanan darah rendah, hingga gagal ginjal akut, dengan fatalitas umumnya lebih rendah tergantung strain virus.
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius
Kasus wabah yang menghebohkan dunia terjadi di kapal pesiar MV Hondius. Sedikitnya tiga orang dilaporkan meninggal, sementara sejumlah penumpang lainnya masih menjalani observasi dan perawatan.
WHO telah mengonfirmasi adanya kasus positif Hantavirus di Swiss yang berkaitan dengan kapal tersebut. Otoritas kesehatan internasional kini melakukan pelacakan kontak lintas negara karena penumpang berasal dari berbagai wilayah.
Para ahli menduga wabah ini melibatkan Andes Hantavirus, strain langka yang memiliki kemampuan menular dari manusia ke manusia. Namun, penularan biasanya hanya terjadi dalam kontak sangat dekat dan berkepanjangan.
Berbeda dengan Covid-19, WHO menilai risiko Hantavirus menjadi pandemi global masih rendah karena sebagian besar strain tidak mudah menyebar antarmanusia.
Belum Ada Vaksin untuk Hantavirus
Hingga kini, belum ada vaksin maupun obat antivirus khusus untuk Hantavirus. Penanganan pasien umumnya dilakukan dengan perawatan intensif, bantuan oksigen, hingga ventilator jika terjadi gagal napas. Karena itu, deteksi dini menjadi faktor penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
Cara Mencegah Infeksi Hantavirus
Untuk melindungi diri dari virus ini, masyarakat disarankan:
- Menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus.
- Area yang terkontaminasi kotoran tikus sebaiknya dibersihkan menggunakan disinfektan (jangan disapu dalam kondisi kering agar virus tidak beterbangan).
- Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan gudang, loteng, atau rumah kosong.
Wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menjadi peringatan penting bagi dunia kesehatan. Meski virus ini mematikan (tingkat kematian hingga 50%) dan belum ada vaksin, WHO menyatakan risiko pandemi masih rendah karena penularan antarmanusia terbatas. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan tikus, dan segera memeriksakan diri jika muncul gejala setelah berada di area berisiko.















