News  

Unsoed dan 5 Kampus Teliti Gandum Tropis, Banjarnegara Jadi Lokasi Uji Coba

Penelitian gandum tropis di Desa Kasinoman, Kalibening, Banjarnegara, menjadi bagian dari kolaborasi enam perguruan tinggi untuk memetakan wilayah potensial budidaya gandum. Foto: Unsoed
banner 120x600

BANJARNEGARA, MyInfo.ID – Pengembangan gandum tropis di Indonesia terus diperluas melalui riset kolaboratif enam perguruan tinggi. Salah satu lokasi pengujiannya berada di Desa Kasinoman, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, dengan tanaman gandum di lahan percobaan seluas 100 meter persegi yang dijadwalkan panen pada pekan ini.

Penelitian tersebut bertujuan memetakan wilayah yang sesuai untuk produksi benih dan gandum sebagai bahan pangan. Upaya ini juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gandum yang mencapai sekitar 12 juta ton setiap tahun.

Enam perguruan tinggi yang terlibat adalah Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Andalas (Unand), Politeknik Negeri Lampung (Polinela), dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

Guru Besar Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Unsoed, Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D., menjadi koordinator tim peneliti dari Unsoed.

“Riset ini diarahkan untuk menemukan wilayah yang sesuai bagi produksi benih dan pengembangan gandum sebagai bahan pangan,” ujar Prof. Totok dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/11/2026).

Empat Wilayah Jadi Lokasi Pemetaan Gandum Tropis

Penelitian dilakukan di empat lokasi dengan karakteristik ketinggian berbeda, yakni Alahan Panjang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl); Desa Kasinoman, Kalibening, Banjarnegara, sekitar 1.200 mdpl; Cisarua, Bogor, sebagai wilayah dataran menengah; serta Dramaga, Bogor, yang mewakili dataran rendah.

Pemetaan dilakukan dengan mempertimbangkan suhu udara, curah hujan, kelembapan, intensitas penyinaran matahari, ketinggian wilayah, dan kondisi tanah.

Hasilnya diharapkan dapat menunjukkan daerah yang sesuai untuk masing-masing kebutuhan budidaya.

“Melalui pemetaan tersebut, kami ingin mengetahui wilayah yang paling sesuai untuk produksi benih maupun produksi gandum sebagai bahan pangan. Dataran tinggi diarahkan untuk mendukung produksi benih, sedangkan dataran menengah dan rendah diteliti potensinya untuk pengembangan produksi gandum,” jelas Prof. Totok Agung.

Salah satu kegiatan pemantauan penelitian berlangsung di lahan percobaan gandum Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Selasa (27/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri peneliti dari Unand, Unsoed, dan IPB.

Gandum Bisa Dipanen Sekitar Tiga Bulan

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah siklus pertumbuhan gandum yang relatif singkat. Menurut Prof. Totok, tanaman tersebut dapat dipanen sekitar tiga bulan setelah ditanam, bergantung pada kondisi lingkungan dan teknik budidaya.

Di Kalibening, tanaman gandum pada lahan percobaan seluas 100 meter persegi telah mendekati masa panen. Hasil pengamatan di lokasi ini akan digunakan untuk menilai kemampuan adaptasi gandum terhadap kondisi lingkungan setempat.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow