News  

Unsoed dan 5 Kampus Teliti Gandum Tropis, Banjarnegara Jadi Lokasi Uji Coba

Penelitian gandum tropis di Desa Kasinoman, Kalibening, Banjarnegara, menjadi bagian dari kolaborasi enam perguruan tinggi untuk memetakan wilayah potensial budidaya gandum. Foto: Unsoed
banner 120x600

Indonesia dinilai memiliki sejumlah wilayah dengan kondisi agroklimat yang berpotensi mendukung pengembangan gandum. Namun, penentuan lokasi dan musim tanam tetap diperlukan agar hasil produksi dapat dioptimalkan.

Tantangan lainnya mencakup penanganan pascapanen dan pengujian karakteristik gandum lokal agar sesuai dengan kebutuhan industri pangan.

Untuk mendukung tahapan tersebut, Fakultas Pertanian Unsoed mulai menjajaki kerja sama dengan PT Sri Boga. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan industri pengolahan.

Ketergantungan Impor Gandum Masih 12 Juta Ton

Kebutuhan gandum Indonesia saat ini masih banyak dipenuhi dari luar negeri. Volume impor disebut mencapai sekitar 12 juta ton per tahun, dengan Ukraina dan Australia sebagai negara pemasok utama.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pengembangan gandum dalam negeri terus dilakukan. Penelitian diarahkan untuk menghasilkan varietas yang mampu beradaptasi dengan iklim tropis, memperluas wilayah budidaya, serta meningkatkan produktivitas.

Selama sekitar dua dekade penelitian gandum di Indonesia, telah dihasilkan kurang lebih 12 varietas unggul. Meski demikian, produktivitas yang dicapai saat ini masih berkisar 2–3 ton per hektare.

Budidaya gandum juga masih banyak terkonsentrasi di dataran tinggi. Karena itu, penelitian konsorsium yang mulai berjalan sejak 2025 tidak hanya berfokus pada varietas dan teknik tanam, tetapi juga pemetaan wilayah, produksi benih, peningkatan hasil, penanganan pascapanen, hingga pengujian untuk kebutuhan industri.

Banjarnegara Pernah Kembangkan Gandum hingga 40 Hektare

Banjarnegara memiliki pengalaman dalam pengembangan tanaman gandum. Pada 2011, program budidaya yang didukung APBD Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, dengan luas sekitar lima hektare.

Setahun berikutnya, luas penanaman diperluas menjadi 40 hektare di sejumlah desa yang tersebar di Kecamatan Batur, Pejawaran, dan Wanayasa.

Riwayat tersebut menjadi salah satu modal pengembangan gandum di Banjarnegara. Melalui penelitian lintas perguruan tinggi, potensi wilayah tersebut kembali dikaji dengan pendekatan pemetaan agroklimat dan pengembangan produksi.

Kolaborasi enam kampus diharapkan dapat memperkuat pengembangan gandum dari tahap budidaya hingga pengolahan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari diversifikasi pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow