Direktur Commercial Banking BTN Hermita menjelaskan, program Waste Station merupakan bagian dari strategi Beyond Mortgage. Melalui strategi ini, BTN berupaya memperluas peran perusahaan dengan mengembangkan ekosistem yang mendukung kehidupan masyarakat, tidak terbatas pada urusan perumahan.
“Nah, Beyond Mortgage-nya itu kita bukan hanya mengelola rumah, tapi juga semua ekosistemnya,” ujar Hermita.
Dia menjelaskan, ada lima ekosistem yang menjadi fokus pengembangan BTN, yakni pemerintahan daerah, kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan perdagangan. Pengelolaan sampah masuk dalam perhatian perusahaan karena berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat di kawasan permukiman.
Hermita menyebutkan, data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024 menunjukkan sampah rumah tangga menyumbang sekitar 50,8 persen dari total timbulan sampah nasional yang mencapai 33,79 juta ton.
Ke depan, BTN berharap dapat memperluas konsep Waste Station ke kawasan perumahan dengan melibatkan pengembang, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah.
BTN juga membuka ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi melalui berbagai inovasi pengolahan sampah. Dengan demikian, masyarakat dapat mengelola sampah secara bersama untuk memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan perekonomian.













