News  

Ratusan Nasabah Desak Pembatalan Kredit Bermasalah Bank Mandiri Taspen Purwokerto

Ratusan nasabah yang mengaku menjadi korban dugaan kredit bermasalah Bank Mandiri Taspen Purwokerto menggelar aksi damai. Foto: MyInfo
banner 120x600

Selain meminta pembatalan kredit, peserta aksi juga menyoroti dugaan pelanggaran dalam proses pelayanan dan pemberian pinjaman kepada nasabah.

Dalam orasi, massa turut mempertanyakan proses rekrutmen seorang pegawai berinisial D yang disebut memiliki latar belakang pendidikan Diploma Kebidanan, namun diduga berperan dalam proses yang berkaitan dengan pencairan kredit kepada nasabah.

Salah seorang orator mempertanyakan mekanisme perekrutan pegawai tersebut.

“Rekruitmennya bagaimana? Seorang D bisa masuk ke bank? Yang harusnya ngurusi orang hamil tapi ngurusi uang?”

Selain itu, peserta aksi juga menilai sistem pengawasan internal bank perlu dievaluasi. Mereka beranggapan dugaan persoalan kredit telah berlangsung dalam waktu lama sehingga semestinya dapat terdeteksi lebih awal apabila pengawasan berjalan efektif.

Menurut massa, penyelesaian persoalan tidak cukup hanya dengan menyebut adanya keterlibatan oknum, apabila dugaan pelanggaran terjadi dalam proses bisnis yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Salah seorang peserta aksi, Naryati, mengatakan tuntutan para nasabah sejak awal tetap sama, yakni meminta kredit yang mereka anggap janggal dibatalkan.

Ia mengaku pada awalnya tidak memiliki keinginan mengajukan pinjaman. Namun, menurut pengakuannya, dirinya akhirnya mengikuti proses kredit setelah mendapat bujukan dari pihak yang menawarkan fasilitas tersebut.

“Dari awal tuntutan kami sama. Kredit ini kami rasa janggal dan sudah diatur oleh bank. Dari awal kami tidak ada niatan pinjam, tapi karena dibujuk akhirnya kami nurut,” kata Naryati.

Aksi damai berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Hingga aksi berakhir, massa tetap berharap tuntutan pembatalan kredit dapat ditindaklanjuti dan persoalan yang mereka sampaikan memperoleh penyelesaian sesuai mekanisme yang berlaku.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow