Menurut Puan, ancaman penyakit berbasis lingkungan sering kali muncul di wilayah dengan kapasitas layanan kesehatan dan pengawasan yang belum optimal. Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya fokus menangani kasus yang sudah terjadi, tetapi juga memperkuat sistem pencegahan.
“Tetapi juga memperkuat kesiapan daerah, termasuk kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis, laboratorium dan sarana penunjang lainnya, serta mekanisme deteksi dini, pelaporan yang cepat,” terang Puan.
“Dan tentunya perlindungan masyarakat di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi harus menjadi perhatian,” sambung mantan Menko PMK tersebut.
Puan menegaskan masyarakat perlu merasakan kehadiran negara sejak awal munculnya ancaman kesehatan, bukan setelah kasus berkembang luas dan menimbulkan kepanikan.
“Kami di DPR melalui alat kelengkapan dewan terkait akan memastikan Pemerintah bergerak cepat, terbuka, dan mampu memberi rasa aman kepada masyarakat melalui langkah yang jelas dan dapat dipantau masyarakat,” ujar Puan.
Ia juga menilai keberhasilan penanganan ancaman kesehatan tidak hanya diukur dari sedikitnya jumlah kasus, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga rasa aman dan kepercayaan publik.
“Juga dengan membangun kepercayaan publik, dan memastikan setiap warga merasa terlindungi ketika menghadapi potensi risiko kesehatan baru,” tutupnya.















