Menurut Teddy, Maung merupakan kendaraan yang telah dikembangkan sejak Prabowo menjabat Menteri Pertahanan. Saat ini, produksinya oleh PT Pindad disebut telah mencapai 3.200 unit dan digunakan untuk berbagai kebutuhan nasional.
“Maung telah dikembangkan sejak Bapak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan saat ini produksinya di Pindad telah mencapai 3.200 unit, dan telah digunakan dalam berbagai operasi dan kebutuhan dalam negeri. Presiden Prabowo pun telah menggunakan Maung, sejak dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024 lalu,” katanya.
Penggunaan Maung di forum internasional dinilai bukan sekadar kebutuhan transportasi kepala negara, melainkan bagian dari diplomasi simbolik Indonesia di hadapan negara-negara ASEAN.
“Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi,” lanjut Seskab Teddy.
“Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia,” tandasnya.
Selama mengikuti KTT ASEAN ke-48, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda penting yang membahas kerja sama kawasan, stabilitas regional, hingga isu ekonomi dan geopolitik di Asia Tenggara.















