“Kekuatan ekonomi bangsa yang sesungguhnya harus dirasakan oleh rakyat secara nyata, oleh petani di desa-desa, oleh nelayan di pesisir, oleh pedagang di pasar-pasar, oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, oleh ibu-ibu yang berjuang membantu ekonomi keluarganya,” ucapnya.
Presiden juga menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan harus tercermin dalam pendapatan riil masyarakat dan kemampuan keluarga membeli kebutuhan hidup.
“Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat, harus meningkat. Bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata,” tegas Presiden.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Prabowo mengingatkan pemerintah pusat dan daerah agar menjaga serta mengelola kekayaan alam Indonesia secara bertanggung jawab. Menurutnya, sumber daya alam harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
“Sumber alam Indonesia harus dijaga, harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kita,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat harus menjadi salah satu tujuan utama kepemimpinan dan pembangunan nasional.
“Seluruh potensi kita adalah untuk memperkuat tujuan kita, rakyat kita sejahtera. Saya mau jadi presiden untuk lihat rakyat saya sejahtera,” kata Presiden Prabowo.
Target kredit rakyat Rp400 triliun pada 2027 menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pembiayaan ekonomi masyarakat. Melalui kebijakan tersebut, Prabowo ingin membuka peluang usaha lebih luas dan mendorong agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah.















