Brian mengatakan Presiden meminta perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Kami diminta memastikan SDM-SDM, lulusan-lulusan perguruan tinggi kita tuh nantinya betul-betul bisa memenuhi, bisa memenuhi kebutuhan SDM untuk pengembangan industrialisasi yang memang tidak sedikit itu kan. Yang mulai dari mineral, kemudian ada aquaculture, aquafarming juga banyak, kemudian hilirisasi,” tuturnya.
Arahan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pengolahan mineral, perikanan modern, hingga industri hilirisasi yang diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri.
Langkah ini bertujuan agar jumlah lulusan dan bidang keahlian yang dihasilkan perguruan tinggi sejalan dengan kebutuhan dunia industri.
Brian menegaskan pemerintah tidak ingin terjadi ketimpangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan tenaga kerja di lapangan.
“Misalkan kita butuh banyak tenaga ahli kelistrikan, ternyata lulusannya nggak sesuai. Jadi kita diminta menghitung itu, memastikan ini bisa memenuhi industrialisasi yang baik,” pungkasnya.















