Prof. Abd. Aziz menyampaikan bahwa hasil UM-PTKIN 2026 dapat diakses mulai 30 Juni 2026 pukul 15.00 WIB melalui laman resmi pengumuman UM-PTKIN.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan proses penerimaan mahasiswa baru di PTKIN bukan sekadar agenda rutin tahunan. Menurutnya, seleksi tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter yang kuat.
Ia menilai PTKIN memegang dua fungsi strategis, yakni sebagai lembaga pendidikan tinggi dan pusat penguatan nilai-nilai keagamaan.
“Proses penerimaan mahasiswa baru adalah gerbang awal. Dari sinilah kita menyaring calon-calon pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik dan menguasai teknologi, tetapi juga memiliki integritas moral kokoh serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai moderasi beragama,” ujar Menag di hadapan para rektor dan pimpinan PTKIN se-Indonesia.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Amien Suyitno, mengapresiasi transformasi digital yang diterapkan dalam sistem seleksi UM-PTKIN.
Menurutnya, kolaborasi antarkampus dalam penguatan teknologi informasi berhasil meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi.
“Kepercayaan masyarakat adalah aset tertinggi kami. Integritas seleksi yang profesional, objektif, dan akuntabel menjadi kunci utama mengapa institusi PTKIN kian diminati sebagai destinasi pendidikan tinggi utama di Indonesia,” tandas Amien Suyitno.











