“Dalam kondisi sakit parah dan fisik yang sangat terbatas, beliau tetap memilih berjuang bergerilya dengan ditandu. Keterbatasan bukanlah alasan untuk menyerah. Semangat pantang menyerah inilah yang wajib diwarisi dan diteladani oleh generasi muda kita dalam kehidupan sehari-hari,” lanjut Bupati.
Sadewo juga meminta peserta menjunjung sportivitas dan menampilkan kedisiplinan selama perlombaan. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang dapat diterapkan di luar arena lomba.
Komandan Korem 071 Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono mengatakan LKBB diikuti sembilan kontingen SMA dan SMK yang menjadi perwakilan dari masing-masing Kodim di wilayah Korem 071 Wijayakusuma.
Menurutnya, latihan baris-berbaris tidak hanya berkaitan dengan gerakan fisik, tetapi juga melatih mental, disiplin, organisasi, serta pemahaman terhadap peran dalam sebuah kelompok.
“Lomba ini digelar dengan tujuan untuk melatih tim, melatih masyarakat, dan melatih pemuda untuk berdisiplin, menaati aturan, serta sadar akan posisinya, siapa yang memimpin dan siapa yang dipimpin. Kekompakan dari baris-berbaris ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya
Kolonel Sidik mengatakan, kehadiran replika tandu Soedirman dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bagi generasi muda terhadap perjuangan Jenderal Soedirman.
“Tandu-tandu Soedirman ini hadir untuk mengingatkan generasi muda di Banyumas bahwa kita semua adalah ‘cicit-cicit’ dari Jenderal Soedirman, pahlawan nasional yang patut kita teladani. Beliau dikenal dengan kesederhanaannya, kekuatannya, serta kedekatannya dengan masyarakat. Walaupun dalam kondisi sakit, beliau tetap berjuang pantang menyerah dan sangat dekat dengan anggotanya, sehingga ke mana pun beliau pergi selalu dicintai masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat membawa manfaat bagi adik-adik peserta semuanya.” Imbuhnya.
Melalui LKBB dan Kirab Tandu Soedirman, Korem 071 Wijayakusuma dan Pemkab Banyumas berharap nilai kedisiplinan, kekompakan, patriotisme, serta semangat pantang menyerah tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari.















