Likuiditas Perbankan Diperkuat, Pemerintah Tempatkan Rp400 Triliun di Himbara untuk Dorong Kredit

Ilustrasi keuangan. Foto: Freepik
banner 120x600

Berdasarkan komunikasi pemerintah dengan industri perbankan, Purbaya menyebut sejumlah bank sebelumnya menahan ekspansi kredit karena mengantisipasi keterbatasan likuiditas.

Setelah pemerintah menambah penempatan dana, rencana ekspansi tersebut diperkirakan kembali dijalankan sehingga pertumbuhan kredit nasional bisa kembali berada pada level dua digit.

“Mereka bilang kalau nggak dibantu, kredit akan tumbuh turun pertumbuhannya ke 8 persen, 7 persen, 6 persen. Ketika kita balikin lagi, rencana kredit yang mereka selama ini tahan karena antisipasi kurangnya likuiditas akan dijalankan lagi. Pasti kreditnya tumbuh double digit, mungkin 13-14 persen,” katanya.

Menkeu optimistis target tersebut masih dapat meningkat apabila kondisi likuiditas tetap terjaga sesuai skenario pemerintah.

“Kalau uangnya diatur cukup seperti yang kita desain, pertumbuhan kredit tahun ini tebakan saya bisa 14-15 persen,” ujarnya.

Di sisi lain, Purbaya memastikan kebijakan penempatan dana di Himbara tidak akan mengganggu kondisi fiskal negara. Pemerintah, kata dia, tetap menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 agar berada dalam batas yang telah ditetapkan.

“Yang jelas, kondisi fiskal aman, defisit tidak akan lebih 3 persen, hampir pasti. Kita bisa kendalikan dengan baik karena ruangnya semakin terbuka lebar,” pungkas Menkeu.

Dengan tambahan likuiditas sebesar Rp400 triliun tersebut, pemerintah berharap fungsi intermediasi perbankan semakin kuat, penyaluran kredit ke sektor produktif meningkat, dan pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus terjaga sepanjang 2026.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow