Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti menilai desa saat ini membutuhkan kemampuan untuk bertahan sekaligus berkembang di tengah berbagai tantangan.
Karena itu, ia berharap mahasiswa mampu menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi yang dimiliki masing-masing desa.
“Oleh karena itu, pembangunan desa harus diarahkan pada penguatan ketangguhan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan, serta pembangunan budaya literasi yang semakin baik,” ucapnya.
Lintarti juga mengingatkan agar mahasiswa memulai pengabdian melalui program-program sederhana yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mulailah dari hal-hal sederhana namun berdampak sesuai kebutuhan masyarakat setempat,” tekannya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin berharap seluruh program KKN tidak berhenti sebagai kegiatan akademik, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata dia, siap berkolaborasi dengan mahasiswa melalui dukungan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah harus ikut mendampingi dan mengawal program-program yang dijalankan mahasiswa selama berada di lokasi KKN,” tegasnya.
Selain memperkuat Program Kecamatan Berdaya, mahasiswa juga diminta aktif memberikan edukasi mengenai pencegahan perundungan, perlindungan anak, perempuan, lanjut usia, serta pendampingan terhadap kelompok rentan.
Tak hanya itu, Taj Yasin juga mendorong mahasiswa membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing melalui digitalisasi pemasaran, inovasi kemasan, hingga perluasan akses pasar.
“Saya minta didampingi benar-benar. Kalau membutuhkan pendampingan packaging atau kemasan, segera koordinasi dengan kami supaya ada pendampingan yang maksimal,” ujarnya.















