News  

Kemenhaj Perketat Pengawasan Haji Ilegal, 10 WNI Ditangkap di Saudi

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff. Foto: Kemenhaj
banner 120x600

“Ibadah haji harus dilaksanakan dengan cara yang sah, aman, tertib, dan sesuai aturan. Jika menemukan indikasi penipuan atau praktik haji ilegal, segera laporkan kepada aparat kepolisian,” ujar Maria.

Di tengah pengawasan ketat tersebut, operasional haji Indonesia dilaporkan berjalan lancar hingga hari ke-15 pelaksanaan. Berdasarkan data per 4 Mei 2026, sebanyak 229 kloter dengan total 89.051 jemaah dan 912 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Proses pemberangkatan, kedatangan, dan pergerakan jemaah terus dalam pendampingan petugas di seluruh titik layanan. Semua dilakukan untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan jemaah,” ujar Maria.

Sebagian besar jemaah telah tiba di Madinah, dengan rincian 219 kloter atau 85.039 jemaah bersama 873 petugas. Sementara itu, 68 kloter yang membawa 26.037 jemaah sudah bergerak ke Makkah untuk melaksanakan umrah wajib sebagai bagian dari rangkaian ibadah.

Dari sisi kesehatan, ribuan jemaah telah mendapatkan layanan medis. Tercatat 10.746 orang menjalani rawat jalan, 139 dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 208 lainnya dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Hingga kini, 76 jemaah masih dalam perawatan.

Kemenhaj turut memberikan apresiasi kepada seluruh jemaah dan petugas yang dinilai mampu menjaga ketertiban selama proses ibadah berlangsung. Di tengah kondisi cuaca panas dengan suhu berkisar 37 hingga 39 derajat celsius di Madinah dan Makkah, jemaah diminta lebih waspada terhadap kondisi kesehatan.

“Mari kita prioritaskan kesehatan, keselamatan, ketertiban, dan kekhusyukan ibadah agar jemaah dapat menjalankan ibadah haji secara optimal,” tutup Maria.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow