Muhammad Ali berharap pelayaran kapal tersebut menuju Indonesia berjalan aman. Berdasarkan rencana, KRI Gajah Mada diperkirakan tiba sekitar 15-20 September 2026 setelah melewati Terusan Suez dan Laut Merah.
Dalam perjalanan, kapal tersebut juga disebut akan mendapat pengawalan dari sejumlah fregat Italia.
“Semoga selamat dalam perjalanan, sukses,” ucap Ali.
Kehadiran kapal induk tersebut di Indonesia juga akan menjadi agenda penting bagi pemerintah. Presiden Prabowo Subianto direncanakan ikut meresmikan KRI Gajah Mada pada 25 September 2026.
“Rencana Bapak Presiden akan ikut meresmikan, hadir di onboard di kapal induk Gajah Mada. Dan nanti kapal induk itu juga dengan nama Gajah Mada akan memiliki semangat yang luar biasa untuk menyatukan Nusantara,” katanya.
Nama Gajah Mada dipilih dengan membawa simbol persatuan Nusantara. Kehadiran kapal ini sekaligus diproyeksikan memperkuat kemampuan TNI dalam menjalankan tugas pertahanan di wilayah laut Indonesia.
KRI Gajah Mada nantinya tidak hanya digunakan untuk kepentingan TNI Angkatan Laut. Muhammad Ali mengatakan kapal tersebut juga akan mendukung kebutuhan tiga matra TNI.
Kapal itu akan dilengkapi kemampuan untuk mengoperasikan helikopter milik TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, maupun TNI Angkatan Darat.
“Namun memang pilot-pilotnya akan kita latih untuk bisa mendarat di kapal induk. Itu semangat persatuan kita dan menjaga kesatuan karena Bapak Presiden berpesan bahwa yang sangat berperan dalam menjaga kesatuan dan persatuan NKRI ini adalah TNI,” ucap dia.














