News  

FH Unsoed Bahas Masa Depan Hukum di Era AI dan Krisis Lingkungan Lewat ICoLGAS 2026

ICoLGAS 2026 FH Unsoed di Purwokerto membahas hukum, AI, kearifan lokal, dan ketahanan lingkungan. Foto: Unsoed
banner 120x600

Ia juga menyoroti perlunya mempertemukan kearifan lokal, ilmu pengetahuan, teknologi, regulasi, serta kerja sama antarnegara untuk memperkuat ketahanan lingkungan.

Selain sesi pleno, ICoLGAS 2026 menjadi wadah presentasi berbagai karya ilmiah. Topik yang dibahas cukup luas, mulai dari keadilan lingkungan, perubahan iklim, perlindungan kelompok rentan, hukum dan AI, ekonomi hijau, biodiversitas, hingga ketahanan pangan.

Isu kesehatan digital, perlindungan budaya, serta masyarakat adat juga menjadi bagian dari pembahasan dalam konferensi tersebut.

Panitia turut memberikan apresiasi melalui kategori Best Full-Paper dan Best Presenter.

Ketua Panitia ICoLGAS 2026, Prof. Dr. Aryuni Yuliantiningsih, S.H., M.H., mengatakan forum tersebut dirancang untuk mempertemukan perspektif lintas negara dan disiplin ilmu.

“ICoLGAS 2026 kami hadirkan sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif dan pengalaman dalam melihat persoalan hukum, teknologi, lingkungan, dan masyarakat. Kami berharap gagasan yang lahir dari forum ini tidak berhenti sebagai diskusi akademik, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi penelitian, kebijakan, kolaborasi, dan langkah nyata di masa depan,” ujarnya.

Salah satu keluaran utama ICoLGAS 2026 adalah sejumlah rekomendasi yang dirangkum dalam tiga tema.

Pertama, penguatan tata kelola hukum yang berkelanjutan dan inklusif dengan tetap memperhatikan perlindungan kelompok rentan serta hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Kedua, penguatan tata kelola AI dan data yang bertanggung jawab. Aspek yang ditekankan mencakup transparansi, perlindungan data, pengawasan manusia, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat, termasuk mempertimbangkan dampak ekologis penggunaan teknologi.

Ketiga, pengintegrasian kearifan lokal dan pendekatan berbasis masyarakat dalam pengelolaan lingkungan serta adaptasi terhadap perubahan iklim. Upaya tersebut didukung oleh ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebijakan pemerintah.

ICoLGAS merupakan konferensi internasional FH Unsoed yang pertama kali digelar pada 2018. Kegiatan kemudian berlanjut pada 2020 dan 2023 sebelum kembali digelar untuk keempat kalinya pada 2026.

Penyelenggaraan tahun ini melibatkan kerja sama dengan Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Islam Indonesia, Universiti Sains Islam Malaysia, Teikyo University, dan The University of Melbourne. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Indonesia Financial Group (IFG).

Rangkaian konferensi kemudian dilanjutkan dengan studi ekskursi ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan pada 16 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran untuk menghubungkan pembahasan akademik dengan praktik hukum dan pemasyarakatan.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow