News  

KM Virgo Transport 8 Terbalik, Keluarga Windianto di Banyumas Masih Menanti

Keluarga Windianto di Banyumas masih menanti kabar setelah KM Virgo Transport 8 terbalik di perairan Laut Jawa. Foto: MyInfo
banner 120x600

BANYUMAS, MyInfo.ID – Keluarga Windianto (41), warga Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja, Banyumas, masih menunggu kabar setelah pria tersebut menjadi salah satu penumpang KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) dini hari.

Bagi Agis Suryati (41), istri Windianto, pesan WhatsApp pada pukul 00.26 WIB menjadi komunikasi terakhir dengan suaminya. Saat itu, percakapan mereka masih berlangsung seperti biasa.

Agis bahkan sempat menanyakan kasur yang dibeli Windianto karena ada paket yang hendak dibawa pulang. Sang suami menjawab kasur tersebut untuk anak mereka.

“Wasap terakhir 00.26 WIB Minggu. Saya tanya itu bapak beli kasur karena ada paketan ke rumah? Saya wasap maghrib, cuma dia balasnya sudah malam. Iya katanya buat anak tiduran kalau nonton televisi,” ucapnya.

Sejak saat itu, kabar Windianto tak lagi diterima keluarga. Agis baru mengetahui KM Virgo Transport 8 mengalami musibah pada Minggu pagi, sekitar pukul 10.00 WIB.

“Saya dikasih tau saudara, dikasih tau keponakan. Hari Minggu pagi sekitar jam 10 kurang. Saya waktu itu lagi jualan,” tuturnya.

Windianto diketahui bekerja sebagai sopir truk ekspedisi. Selama sekitar sembilan tahun menjalani pekerjaan tersebut, ia cukup sering melakukan perjalanan antarpulau, termasuk menuju Kalimantan.

Dalam perjalanan terakhirnya, Windianto berangkat dari rumah pada Kamis malam sekitar pukul 23.30 WIB. Ia terlebih dahulu menuju Solo untuk mengambil gerobak yang akan dikirim ke Kalimantan.

Setelah muatan diperoleh, Windianto melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan dan naik KM Virgo Transport 8 pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

“Berangkat itu malam Jumat setengah 12 berangkat dari rumah mampir ke Solo ambil muatan gerobak dibawa ke Kalimantan. Setelah itu ke pelabuhan naik kapal itu jam 8 hari Sabtu,” ujarnya.

Agis mengatakan perjalanan menuju Kalimantan sudah menjadi rutinitas bagi suaminya. Dalam sebulan, Windianto bisa dua kali melakukan perjalanan ke wilayah tersebut.

“Sering, sebulan paling ga dua kali…sudah berlangsung 5 tahun lebih. Paling cepat kalau pergi satu minggu. Kalau sampai sana baliknya nunggu muatan lagi,” katanya.

Dalam perjalanan menuju Banjarmasin, Windianto tidak sendirian. Ia berangkat bersama Arifin, warga Purbalingga yang bertugas sebagai sopir pengganti.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow