Dekan Fakultas Farmasi UMP, Binar Asrining Dhiani, menyebut kerja sama ini membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkembang di lingkungan akademik yang lebih kompetitif.
“Kolaborasi dengan ITB ini membuka akses bagi mahasiswa untuk terlibat dalam lingkungan riset yang lebih luas. Dengan adanya pembimbingan bersama, diharapkan proses pembelajaran dan penelitian dapat berlangsung secara lebih komprehensif,” ujarnya dalam keterangannya dikutip, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, program ini juga dirancang untuk menjawab kebutuhan sektor kesehatan dan industri farmasi yang terus berkembang, terutama dalam hal ketersediaan lulusan dengan kompetensi riset yang kuat.
“Kami berharap lulusan Farmasi UMP memiliki kesiapan untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu dan praktik kefarmasian, baik di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.
Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat proses pembelajaran mahasiswa, tetapi juga memperluas jaringan riset antar institusi. Dosen dan mahasiswa dari kedua kampus diharapkan dapat saling terlibat dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Dengan skema pendidikan terintegrasi ini, UMP dan ITB menegaskan komitmen dalam menghadirkan sistem pendidikan tinggi yang lebih adaptif, kolaboratif, serta berorientasi pada keberlanjutan pengembangan ilmu di bidang farmasi.















