General Manager Dompet Dhuafa Hong Kong, Fajar Shofari Nugraha, menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa Unsoed diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kapasitas para pekerja migran.
“Kami mengapresiasi inisiatif Unsoed dalam menghadirkan program KKN Internasional di Hong Kong. Dompet Dhuafa Hong Kong siap menjadi mitra untuk memfasilitasi berbagai kegiatan pemberdayaan bagi pekerja migran Indonesia agar mereka memiliki kesempatan untuk terus berkembang,” katanya.
Program KKN Internasional ini juga mendapat dukungan dari Atase Kejaksaan Republik Indonesia di Hong Kong, Henry Yoseph Kindangen.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa Unsoed menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai institusi di Hong Kong.
Henry menilai, kolaborasi tersebut ke depan tidak hanya dapat dilakukan dengan organisasi masyarakat, tetapi juga dengan perguruan tinggi setempat untuk memperkuat sinergi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Empat mahasiswa yang dipercaya menjadi peserta angkatan pertama KKN Internasional Unsoed di Hong Kong adalah Faris Aryastya Hidayat, Fildza Sharfina Putri, Azahra Putri Suryandini, Ahmad Ramadhani.
Selama menjalankan program, mereka mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan Prof. Dr. Sofa Marwah.
Melalui KKN Internasional ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga memperkaya pengalaman lintas budaya, meningkatkan kemampuan komunikasi internasional, serta memperkuat kapasitas kolaborasi di lingkungan global.















