News  

Diundang Pemerintah Inggris, PCIM Muhammadiyah UK Buka Jalan Kolaborasi Internasional

Prof Syafiq dan pak Peter Thomas (tengah). Foto: Istimewa
banner 120x600

LONDON, MyInfo.ID – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia memperluas jejaring kerja sama internasional melalui pertemuan dengan Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO), lembaga Pemerintah Inggris yang menangani urusan luar negeri, persemakmuran, dan pembangunan.

Pertemuan tersebut berlangsung di London pada Senin (24/8/2026). Dialog itu membahas sejumlah peluang kolaborasi strategis, mulai dari pendidikan tinggi, layanan kesehatan, riset akademik, hingga energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan.

Pertemuan turut dihadiri Prof. Syafiq A. Mughni dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang kerja sama dan hubungan internasional, Dr. Zailani dari UMSU, jajaran PCIM Britania Raya dan Irlandia yang terdiri atas ketua, sekretaris, serta Majelis Ekonomi, dan perwakilan KBRI di London.

Peter Thomas selaku Chief Deputy FCDO dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Muhammadiyah sekaligus membuka ruang pembahasan mengenai potensi kerja sama dengan jaringan organisasi tersebut. Ia juga menyampaikan ucapan selamat pada PCIM UK yang bergabung dalam Muslim Council of Britain (Dewan Muslim Inggris)

“Pertama saya ucapkan selamat pada PCIM UK yang baru-baru ini bergabung dalam Muslim Council of Britain (Dewan Muslim Inggris), saya juga sangat mengapresiasi langkah Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang memiliki rekam jejak panjang dalam aktivitas dibidang kesehatan, pendidikan dan layanan sosial,” kata Peter, dalam kesempatan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah peluang membangun kemitraan antara Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dengan universitas-universitas yang tergabung dalam Russell Group di Inggris.

Jaringan PTMA yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dinilai memiliki modal yang kuat untuk dikembangkan dalam kerja sama akademik internasional.

Kolaborasi tersebut dapat mencakup penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga penyelenggaraan program akademik lintas negara.

Kerja sama semacam ini diharapkan tidak hanya memperluas jejaring perguruan tinggi Muhammadiyah, tetapi juga membuka kesempatan bagi akademisi dan mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan pengalaman pendidikan serta riset di lingkungan internasional.

Pembahasan juga menyentuh sektor kesehatan. FCDO menyampaikan bahwa Inggris masih memiliki kebutuhan terhadap tenaga kesehatan untuk sejumlah layanan, termasuk National Health Service (NHS) dan care home.

Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi peluang kerja sama mengingat Muhammadiyah memiliki jaringan rumah sakit, klinik, serta institusi pendidikan di bidang kesehatan.

Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui skema pengembangan sumber daya manusia yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor kesehatan di Inggris.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow