Ia menjelaskan, skema sustainability-linked loan mengaitkan fasilitas pembiayaan dengan pencapaian indikator kinerja keberlanjutan. Dengan demikian, pembiayaan tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga mendorong penerapan standar lingkungan yang lebih baik.
Miranty menambahkan, Vale Indonesia juga memiliki rencana pengembangan energi terbarukan dan elektrifikasi operasional guna menekan intensitas emisi karbon di masa mendatang. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan komitmen CIMB Group untuk mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2050.
Selain mendukung agenda keberlanjutan, keterlibatan CIMB Niaga dalam pembiayaan tersebut juga menjadi bagian dari strategi pengembangan portofolio perusahaan, khususnya pada sektor mineral kritis yang berperan penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan energi bersih.
Melalui dukungan kepada Vale Indonesia, CIMB Niaga berharap dapat memperkuat pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus berkontribusi terhadap percepatan transisi energi dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global.
Fasilitas pembiayaan ini juga dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam rantai pasok global industri kendaraan listrik, mengingat nikel merupakan komponen penting dalam produksi baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.















