Sementara itu, Lenggeran Bareng akan menjadi salah satu agenda terbesar dalam rangkaian acara. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat sore tersebut ditargetkan melibatkan sekitar 5.000 penari dari berbagai daerah.
“Lenggeran Bareng menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Banyumas Lengger Bicara agar dapat masuk dalam Karisma Event Nusantara tahun 2027,” ujar Bagus.
Rangkaian acara kemudian akan berlanjut pada malam hari dengan pertunjukan utama yang diawali pemberian penghargaan kepada dua maestro seni Banyumas, Peang Penjol dan Suliyah, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam melestarikan budaya daerah.
Sutradara Banyumas Lengger Bicara 2026, Ridwan Bungsu, mengatakan pertunjukan malam puncak akan dibuka dengan pementasan karya maestro tari lengger Rianto berjudul Sastra Jiwaga, yang sebelumnya telah tampil di sejumlah panggung internasional.
Setelah itu, penonton akan disuguhkan pertunjukan kolosal Senandung Tanah Makmur yang memadukan beragam kesenian Nusantara dalam satu panggung. Selain tari lengger khas Banyumas, pertunjukan juga akan menghadirkan tari ngremo dari Jawa Timur, jaipong dari Jawa Barat, serta sejumlah seni pertunjukan daerah lainnya.
“Kolaborasi ini menjadi gambaran kekayaan budaya Indonesia yang dapat dipadukan dalam satu sajian pertunjukan,” kata Ridwan.
Pembina Banyumas Lengger Bicara 2026, Andy F. Noya, menilai kegiatan tersebut tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap sektor ekonomi daerah.















