Di hadapan jajaran pimpinan dan sivitas akademika, Ali Rokhman meminta pejabat baru menjalankan amanah dengan menjunjung integritas, kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas.
“Amanah ini merupakan bentuk kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang menuntut komitmen penuh. Dalam menjalankan tugas kepemimpinan ini, saya menekankan agar Bapak/Ibu sekalian senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas. Integritas adalah benteng utama dalam menjaga marwah perguruan tinggi dan kepercayaan publik,” katanya.
Pesan tersebut berkaitan dengan agenda perbaikan strategis yang tengah disiapkan Unsoed. Ada tiga aspek utama yang menjadi perhatian, yakni komunikasi publik, legalitas dan kepatuhan, serta tata kelola universitas.
Penguatan komunikasi publik diarahkan untuk meningkatkan keterbukaan informasi sekaligus membangun kepercayaan pemangku kepentingan. Sementara aspek legal dan kepatuhan diperkuat agar setiap kebijakan serta tata kelola berjalan sesuai regulasi.
Perhatian lainnya adalah penataan dan penguatan tata kelola, khususnya dalam Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).
“Untuk mengawal dan mewujudkan agenda reformasi ini, seluruh Wakil Rektor harus bersinergi, berkolaborasi, dan bergerak dalam satu irama. Setiap bidang kepemimpinan memiliki peran sentral yang saling menopang demi terciptanya tatanan tata kelola universitas yang bersih, profesional, dan terpercaya,” pesan Prof. Ali Rokhman.
Ali Rokhman juga mengajak seluruh sivitas akademika menghadapi tantangan pendidikan tinggi melalui kerja bersama. Sinergi dan kolaborasi dinilai penting untuk mendukung pencapaian visi Unsoed sebagai universitas yang diakui dunia dalam pengembangan sumber daya perdesaan dan kearifan lokal.
“Mari kita rapatkan barisan, perkuat sinergi dan kolaborasi di antara seluruh elemen sivitas akademika untuk mewujudkan visi Unsoed untuk diakui dunia sebagai pusat pengembangan sumber daya perdesaan dan kearifan lokal,” pungkasnya.















