PURWOKERTO, MyInfo.ID – Ratusan personel TNI AD bersama Polri, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat terlibat dalam Program Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Banyumas dan Kebumen, Jawa Tengah. Kolaborasi lintas unsur tersebut diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono mengatakan, keterlibatan berbagai unsur menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program yang berlangsung hingga 16 Desember 2026 tersebut. Selain mengerjakan sasaran pembangunan fisik, kegiatan ini juga mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun lingkungan masing-masing.
“Bakti TNI AD untuk Rakyat merupakan wujud kebersamaan TNI dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, personel TNI AD bekerja bersama pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan serta membantu mengatasi kebutuhan warga,” kata Danrem.
Program tersebut resmi dibuka Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Alun-Alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jumat (16/10/2026). Dalam pelaksanaannya, kegiatan menyasar pembangunan infrastruktur, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), penyediaan air bersih, peningkatan sanitasi, revitalisasi fasilitas umum, serta pelayanan kesehatan dan sosial.
Di Kabupaten Banyumas, pelaksanaan program melibatkan 450 personel gabungan. Mereka terdiri atas 75 personel Yon TP, 75 personel Kodim 0701/Banyumas, 75 personel Polri, 25 personel Satpol PP, 25 personel Linmas, 25 personel Komponen Cadangan (Komcad), 75 personel organisasi kemasyarakatan, serta 75 pelajar dan mahasiswa.
Sementara itu, berdasarkan laporan Kodim 0709/Kebumen, sebanyak 103 personel terlibat dalam pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Kebumen. Jumlah tersebut terdiri atas 35 personel TNI, lima personel pemerintah daerah, 55 unsur masyarakat, dan delapan personel Linmas.
Sidik menuturkan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu unsur penting agar pelaksanaan program tidak hanya menjadi kegiatan pembangunan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong.
“Kami ingin membangun semangat kebersamaan. Ketika TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat bergerak bersama, pekerjaan dapat dilakukan secara gotong royong dengan tujuan memberikan manfaat bagi kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.















