News  

Rumah Arsip Banjoemas Sumbang 140 Foto Jejak Batik Banyumas untuk Memori Kolektif Bangsa

Rumah Arsip Banjoemas menyumbangkan sekitar 140 foto bersejarah yang merekam jejak batik dan kehidupan masyarakat Banyumas untuk nominasi Memori Kolektif Bangsa 2026. Foto: Istimewa
banner 120x600

BANYUMAS, MyInfo.ID – Rumah Arsip Banjoemas membawa sekitar 140 foto bersejarah dari Banyumas ke dalam pengusulan Memori Kolektif Bangsa (MKB) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) 2026.

Foto-foto tersebut menjadi bagian dari nominasi “Arsip Batik Indonesia: Jaringan Dagang dan Budaya 1900–2023” yang diajukan secara bersama oleh 17 lembaga dan pemilik koleksi.

Sebagian besar koleksi dari Rumah Arsip Banjoemas merekam penggunaan batik dan kehidupan masyarakat Banyumas sejak sekitar 1900 hingga 1970-an.

Yang tersimpan dalam foto bukan sekadar gambar kain. Ada jejak pembatik, perkembangan motif, cara masyarakat mengenakan batik, hingga gambaran kehidupan sosial pada masa itu.

Founder Rumah Arsip Banjoemas, Jatmiko Wicaksono, mengatakan proses menemukan arsip lama bukan pekerjaan sederhana.

Sebagian koleksi justru berada di luar lembaga kearsipan. Foto-foto bersejarah dapat ditemukan dari kolektor pribadi, pengepul barang bekas, pasar barang antik, bahkan hingga luar negeri.

Rumah Arsip Banjoemas menyumbangkan sekitar 140 foto bersejarah yang merekam jejak batik dan kehidupan masyarakat Banyumas untuk nominasi Memori Kolektif Bangsa 2026. Foto: Istimewa

Setiap temuan kemudian menjadi bagian penting untuk menyusun kembali cerita sejarah lokal.

“Mengumpulkan arsip foto batik bukan hanya mencari gambar lama. Setiap foto merupakan jejak peradaban yang menyimpan cerita tentang para pembatik, motif yang berkembang, cara batik digunakan, sampai identitas masyarakat Banyumas pada zamannya,” kata Jatmiko, Minggu (30/8/2026).

Menurut Jatmiko, foto memiliki posisi penting sebagai sumber sejarah karena dapat memperlihatkan kondisi masyarakat pada periode tertentu sekaligus melengkapi sumber tertulis.

“Sejarah tidak hanya ditulis melalui buku, tetapi juga dapat direkam dan diwariskan melalui sebuah foto,” ujarnya.

Nominasi Arsip Batik Indonesia: Jaringan Dagang dan Budaya 1900–2023 melibatkan 17 lembaga dan pemilik koleksi.

Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari lembaga kearsipan, perpustakaan, museum, yayasan, komunitas hingga pelaku batik.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow