PURWOKERTO, MyInfo.ID – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus mendorong hasil riset kampus agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui uji produk pangan fungsional berbasis komoditas lokal unggulan yang digelar di Oemah Daun, Purwokerto Selatan, Selasa (21/7).
Kegiatan yang diinisiasi Pusat Koordinasi Inovasi, Hilirisasi, dan Percepatan Swasembada Pangan (Puskor IHSP) itu menjadi jembatan antara hasil penelitian akademik dengan dunia usaha. Tujuannya, agar inovasi yang lahir di laboratorium dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi dan siap dipasarkan.
Koordinator Puskor IHSP LPPM Unsoed, Dr. Santi Dwi Astuti, S.TP., M.Si., mengatakan pengembangan inovasi dilakukan berdasarkan potensi daerah sekaligus kebutuhan masyarakat.
“Kami terus mengembangkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai ilmiah, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi,” ujar Dr. Santi dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Unsoed memperkenalkan empat produk pangan fungsional berbahan baku komoditas lokal, yaitu beras analog mocaf, sereal mocaf, selai durian, dan strudel durian. Produk-produk tersebut memanfaatkan singkong dan durian sebagai komoditas unggulan yang memiliki potensi untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
Mewakili Ketua LPPM Unsoed, Sekretaris LPPM Dr. Sri Wahyu Handayani, S.H., M.Hum., menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mempercepat hilirisasi hasil penelitian.
Menurutnya, inovasi pangan berbasis komoditas lokal juga sejalan dengan visi Unsoed dalam mengembangkan potensi perdesaan, memperkuat kolaborasi dengan mitra industri, melibatkan mahasiswa dalam penelitian, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).















