MALANG, MyInfo.ID – Raut bahagia terpancar dari wajah Imelda Aqilah Nur’aini saat mengikuti proses daftar ulang di SMP Negeri 16 Malang, Jawa Timur. Lulusan SDN Purwodadi 2 itu akhirnya berhasil diterima di sekolah pilihannya melalui jalur afirmasi pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Didampingi sang ibu, Febriana Tri Sayekti, Imelda menunggu giliran pelayanan di ruang pendaftaran ulang sekolah. Rasa cemas yang sempat dirasakan selama proses seleksi kini telah berganti dengan kebahagiaan.
“Senang sekali, soalnya bisa diterima di sini. Sekarang sudah tidak deg-degan lagi,” ujar Imelda dengan mata berbinar.
Bagi Imelda, memilih SMPN 16 Malang bukan tanpa alasan. Ia mengaku ingin bersekolah bersama teman-teman semasa SD yang juga melanjutkan pendidikan ke sekolah tersebut.
Perjalanan Imelda hingga diterima di SMPN 16 Malang tidak berlangsung mulus. Sang ibu menceritakan, pada tahap pertama mereka sempat mendaftar melalui jalur domisili. Namun, peluang diterima semakin kecil karena jarak rumah mereka di Kecamatan Blimbing dengan sekolah mencapai sekitar 1.700 meter.
Posisi Imelda di sistem pemantauan daring terus bergeser oleh pendaftar lain yang memiliki domisili lebih dekat.
Di tengah kekhawatiran itu, guru di SD tempat Imelda belajar menyarankan agar mendaftar melalui jalur afirmasi dengan memanfaatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) pada tahap kedua.
“Alhamdulillah prosesnya mudah dan lancar karena bisa unggah dokumen sendiri dari rumah berdasarkan simulasi saat sosialisasi bulan lalu. Hanya memang jaraknya itu yang sempat bikin takut dan deg-degan,” kata Febriana.
Kisah Imelda menjadi salah satu gambaran pelaksanaan SPMB 2026 yang dipantau pada 18–19 Juni 2026 di Kota Malang.
Kepala SMPN 16 Malang, Mastini, mengatakan pihak sekolah terus melakukan berbagai pembenahan agar proses penerimaan murid baru semakin transparan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.















