News  

Pemerintah Mulai Skrining TB di Lapas Nusakambangan, Targetkan 321 Ribu Orang di Seluruh Indonesia

Pemerintah memulai program skrining tuberkulosis (TB) secara nasional di lingkungan pemasyarakatan, Pulau Nusakambangan jadi lokasi perdana. Foto: Kominfo Cilacap
banner 120x600

CILACAP, MyInfo.ID – Pemerintah resmi memulai program skrining tuberkulosis (TB) secara nasional di lingkungan pemasyarakatan dengan menjadikan Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, sebagai lokasi pertama pelaksanaannya. Melalui program ini, ribuan warga binaan dan petugas lapas menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran penyakit menular sekaligus mendukung target eliminasi tuberkulosis pada 2030.

Kick off program digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ngaseman, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bersama Kementerian Kesehatan.

Di Nusakambangan, pemeriksaan menyasar 5.768 orang yang terdiri atas 4.842 warga binaan dan 926 petugas pemasyarakatan. Mereka menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari cek kesehatan gratis, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan laboratorium, rontgen dada, hingga skrining tuberkulosis dan HIV.

Secara nasional, program ini akan menjangkau 272.573 warga binaan serta 48.876 petugas pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut meninjau langsung pelaksanaan pemeriksaan tersebut. Keduanya menegaskan bahwa layanan kesehatan merupakan hak dasar seluruh warga binaan sekaligus langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

Menurut Agus, kondisi lapas yang dihuni banyak orang dalam ruang terbatas membuat risiko penularan penyakit, khususnya tuberkulosis, menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan lingkungan biasa. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting agar pengobatan dapat segera dilakukan.

“Kesehatan merupakan hak setiap warga binaan. Melalui skrining ini kami ingin memastikan penyakit dapat ditemukan lebih awal sehingga penanganannya lebih cepat dan penyebarannya bisa dicegah,” ujarnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow