SEMARANG, MyInfo.ID – Di sebuah kandang sederhana di kawasan Banyubiru, Jawa Tengah, deretan sapi berukuran jumbo tampak berdiri memenuhi area peternakan. Di balik kandang itu, tersimpan kisah perjuangan seorang peternak desa bernama Ganjar yang kini sukses memasok hewan kurban untuk pejabat hingga Presiden Republik Indonesia.
Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, salah satu sapi milik Ganjar bahkan dibeli Presiden RI Prabowo Subianto untuk hewan kurban. Padahal, usaha peternakan yang dijalankannya berawal dari bisnis kecil sebagai jagal sapi.
Ganjar mengaku dahulu kesulitan memenuhi kebutuhan sapi potong karena harus membeli ternak setiap hari untuk usahanya. Dari situ, ia mulai mencoba memelihara sapi sendiri secara perlahan.
“Dulu saya usaha motong sapi. Kalau terus beli sapi sendiri ya berat. Akhirnya pelan-pelan mulai memelihara sendiri,” ujar ganjar dikutip dari laman Jatengprov, Kamis (21/5/2026).
Kerja keras itu kini membuahkan hasil. Di kandangnya terdapat sekitar 70 ekor sapi dari berbagai jenis unggulan seperti limosin, simental, FH, hingga PO. Sapi-sapi tersebut dirawat secara intensif dengan pakan campuran katul, polar, kulit kopi, kulit kacang, dan hijauan segar.
Perawatan dilakukan rutin setiap hari, mulai dari pemberian pakan pagi dan sore hingga menjaga kebersihan kandang. Bahkan, sapi-sapi dimandikan setiap hari dan rutin menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan.
“Kalau sapi itu ya harus dirawat seperti anak sendiri. Dimandikan tiap hari biar sehat,” katanya.
Ganjar juga mengaku mendapat dukungan dari pemerintah, terutama dalam program vaksinasi ternak pascawabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat melanda beberapa tahun lalu.
“Kalau ada vaksin pasti diberi tahu pemerintah, dan vaksinnya gratis,” ungkapnya.
Keseriusan merawat ternak membuat sapi-sapi miliknya semakin dikenal. Selain dibeli masyarakat umum, hewan kurban dari kandang Ganjar kini kerap dipesan tokoh penting hingga pejabat negara.
Tahun ini, seekor sapi berbobot sekitar 1,1 ton miliknya dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban Iduladha.
“Alhamdulillah, wong desa bisa dibeli pejabat itu sudah bersyukur sekali,” tutur Ganjar.
Meski telah sukses membangun peternakan besar, Ganjar mengaku prosesnya tidak instan. Ia membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga akhirnya mampu mengembangkan usaha dan mempekerjakan empat orang karyawan.
Menurutnya, kunci utama keberhasilan beternak adalah ketelatenan dan konsistensi dalam merawat hewan.
“Kalau mau berhasil ya harus telaten merawat sapi, makannya yang bagus, cara merawatnya benar,” ujarnya.















