News  

Dari Jagal Sapi Jadi Peternak Langganan Presiden, Kisah Ganjar Rawat Sapi Kurban Jumbo di Banyubiru

Jagal Sapi Jadi Peternak Langganan Presiden. Foto: Humas Provinsi Jateng
banner 120x600

Keberhasilan peternak sapi di Jawa Tengah juga didukung teknologi inseminasi buatan yang dikembangkan Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah.

Kepala BIB Jawa Tengah, Ferry Agus Setiawan, menjelaskan pihaknya memproduksi semen beku sapi dan kambing untuk mendukung peningkatan populasi ternak di Jawa Tengah maupun nasional.

“BIB Jawa Tengah memproduksi semen beku untuk didistribusikan kepada masyarakat, guna meningkatkan populasi ternak,” terangnya.

Balai tersebut memiliki sekitar 45 ekor sapi pejantan dan 16 kambing pejantan dari berbagai jenis unggulan seperti simental, limosin, PO, Wagyu, dan FH.

Menurut Ferry, jenis simental dan limosin menjadi favorit masyarakat karena memiliki pertumbuhan cepat dengan bobot besar. Ia menyebut inseminasi buatan menjadi solusi efektif untuk memulihkan populasi sapi pascawabah PMK tahun 2022 yang sempat menurunkan populasi ternak di Jawa Tengah hingga sekitar 600 ribu ekor.

“Salah satu metode paling efektif untuk mengejar populasi ternak adalah melalui inseminasi buatan,” ujarnya.

Selain meningkatkan populasi, pemerintah juga memperkuat pengawasan kesehatan hewan melalui vaksinasi, pemberian vitamin, obat cacing, hingga pemeriksaan rutin agar ternak tetap sehat dan layak dijadikan hewan kurban.

“Tidak semua daerah di Indonesia memiliki BIB, salah satu yang ada ya di Jawa Tengah. Dan Alhamdulillah termasuk yang terbaik. Rencananya hewan kurban Pak Gubernur juga nanti dibeli dari sini, sudah ada komunikasi,” ungkapnya.

Dokter Hewan Ingatkan Ciri Hewan Kurban Sehat

Sementara itu, dokter hewan BIB Ungaran, drh Deni R Febriandi, mengingatkan masyarakat agar lebih teliti memilih hewan kurban menjelang Iduladha.

Menurutnya, hewan kurban harus memenuhi syariat sekaligus dalam kondisi sehat dan tidak cacat.

“Untuk sapi minimal berumur dua tahun, sedangkan kambing minimal satu tahun,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyembelih betina produktif demi menjaga populasi ternak nasional.

Selain itu, calon pembeli diminta memastikan hewan kurban memiliki surat keterangan sehat dari dinas terkait dan memperhatikan kondisi fisik hewan, seperti tidak lesu, tidak pincang, tidak mengeluarkan cairan berlebih, serta memiliki nafsu makan baik.

Deni turut menekankan pentingnya proses penyembelihan yang higienis dan sesuai syariat agar kualitas daging tetap aman dikonsumsi.

“Penyembelihan harus dilakukan dengan benar, menggunakan pisau tajam, dan tempat pengulitan dipisahkan agar tidak terjadi kontaminasi silang,” tandasnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow