PURWOKERTO, MyInfo.ID – Delegasi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah meraih Bronze Medal kategori lingkungan dalam ajang Pekan Essay Nasional 2 (PENA 2) yang digelar pada 2–3 Mei 2026.
Kompetisi yang diselenggarakan Pena Competition bekerja sama dengan Universitas Dhyana Pura Bali ini diikuti 73 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Khusus kategori lingkungan, sebanyak 25 tim berhasil melaju hingga babak grand final.
Tim Unsoed yang terdiri dari Nur Alya, Hasna Novia Rohimah Firdiyani, dan Sankan Dipa mengangkat persoalan kerusakan tanah akibat aktivitas pertambangan. Mereka menawarkan solusi inovatif melalui pemanfaatan limbah serbuk kayu berbasis teknologi mikroba.
Karya yang diusung berjudul “BMC (Biochar-Microbial Consortium) Restorasi Biologis Berbasis Ekonomi Sirkular sebagai Katalisator Pertambangan Hijau di Indonesia”.
Nur Alya menjelaskan, aktivitas tambang yang berlangsung terus-menerus menyebabkan degradasi tanah, mulai dari hilangnya struktur hingga menurunnya kandungan unsur hara.
“Reklamasi yang selama ini dilakukan sering kali hanya memperbaiki aspek fisik, namun belum menyentuh pemulihan fungsi biologis tanah secara menyeluruh,” ujar Nur Alya, Selasa (5/5/2026).
Melalui pendekatan Biochar dan Konsorsium Mikroba (BMC), tim ini menghadirkan solusi yang tidak hanya memperbaiki kondisi fisik tanah, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi biologisnya.
Biochar dari limbah serbuk kayu berperan meningkatkan daya serap air serta menjaga stabilitas tanah. Selain itu, material ini juga menyediakan ruang mikro bagi mikroorganisme agar tetap bertahan dalam kondisi ekstrem, seperti kekeringan dan paparan logam berat.
Di sisi lain, mikroorganisme seperti Azotobacter spp. dan Bacillus spp. berfungsi mengembalikan siklus nutrisi tanah dengan menyediakan unsur penting seperti nitrogen dan fosfor bagi tanaman.
“Pendekatan ini tidak hanya menjadi alternatif reklamasi yang lebih efektif, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan limbah secara berkelanjutan,” tambahnya.
Keberhasilan tim ini tidak lepas dari peran dosen pembimbing, Dr. Rizal Khoirun Alfisah, S.Si., M.Si., yang turut mendampingi pengembangan riset mahasiswa.
Inovasi yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam mengatasi kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan, sekaligus mendorong penerapan konsep pembangunan berkelanjutan di Indonesia.















