News  

Rapor Pendidikan 2025 Diperbarui, Kini Tambah Indikator Karakter hingga Kesiapsiagaan Bencana

Suasana Belajar Mengajar Siswa Sekolah. Foto: Kemendikdasmen

JAKARTA, MyInfo.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia memperbarui sistem Rapor Pendidikan Indonesia dengan memasukkan Data Capaian Mutu Layanan Pendidikan Tahun 2025. Pembaruan ini bertujuan memperkuat peran rapor pendidikan sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis data di tingkat sekolah maupun pemerintah daerah.

Melalui pembaruan tersebut, rapor pendidikan diharapkan menjadi alat penting dalam menyusun perencanaan pendidikan yang lebih terarah, akurat, dan berkelanjutan.

Rapor Pendidikan menghadirkan gambaran kondisi layanan pendidikan secara menyeluruh. Data yang ditampilkan tidak hanya berkaitan dengan hasil belajar siswa, tetapi juga mencakup kualitas proses pembelajaran, lingkungan belajar, hingga berbagai faktor yang mempengaruhi peningkatan mutu pendidikan.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Toni Toharudin menilai pembaruan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat budaya refleksi berbasis data di dunia pendidikan.

“Rapor Pendidikan yang telah diperbarui dengan Data Capaian Mutu Layanan Pendidikan Tahun 2025 memberikan gambaran yang lebih presisi mengenai posisi capaian setiap satuan pendidikan dan daerah. Data ini harus dimanfaatkan sebagai fondasi dalam menyusun perencanaan dan prioritas intervensi yang sistematis dan berkelanjutan,” ujar Toni dikutip Jumat (13/3/2026).

Ia menegaskan bahwa rapor pendidikan bukanlah alat untuk membandingkan sekolah satu dengan yang lain, melainkan sebagai sarana refleksi internal bagi setiap satuan pendidikan.

Dengan memanfaatkan data secara konsisten dalam perencanaan, sekolah diharapkan mampu mempercepat transformasi pembelajaran sekaligus meningkatkan akuntabilitas kebijakan pendidikan di daerah.

Pada pembaruan tahun ini, pemerintah juga menambahkan tiga indikator baru dalam rapor pendidikan.

Pertama adalah indikator 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang menekankan penguatan karakter siswa. Kedua, indikator Ketersediaan Buku Pendidikan yang bertujuan memastikan kecukupan sumber belajar di sekolah.

Ketiga, indikator Kesiapsiagaan Bencana dan Perubahan Iklim yang menilai kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi risiko bencana serta tantangan perubahan iklim.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow